Pragmatis "antara masalah, atau tantangan jama'ah

Pesan sahabat, "bahagia itu bila kita selalu senang memberikan yang terbaik dengan tulus ikhlas tanpa berharap pamrih sehalus apapun juga dari makhluk".
Add caption

Dalam menghadapi sekelumit masalah dalam jama'ah seringkali mungkin kita tak sadar dengan apa yang dinamakan "pamrih". Kalau bahasa kerennya nih, "pragmatis". Yah, mencari keuntungan semata dibalik berkorbannya kita terhadap sesuatu. Tetapi bedanya, pragmatis itu lebih kepada seseorang mencari keuntungan dengan niat diawal dia melakukan sesuatu untuk tujuannya yang bersifat materi dan melihat kesempatan dan menentukan kesepakatan diawal. Namun, kalau pamrih lebih kepada belum lurusnya niat untuk melakukan sesuat, masih ada harapan dibalik apa yang dikerjakannya bisa materi atau pengakuan dirinya terhadap jama'ah atau orang-orang sekelilingnya.
Mungkin ini yang dinamakan rusaknya NIAT karena belum tersadarkannya keikhlasan dalam diri pribadi seseorang. Memahami kesucian hati memang pembelajaran kehidupan yang setiap saat harus dimaknai, terlebih menjaganya dengan tidak menggoreskan niatan-niatan baik yang kan siap diwujudkan. Niat yang baik, harus kita jaga sampai akhirnya kerena niat itu ada diawal, tengah, dan akhir. Oleh sebab itu, menjaga niat sama halnya seperti menjaga kesuciat hati dan jiwa karena akan berdampak kepada apa yang kita persepsikan dan amalkan.
Dan ketika hati bisa berjalan dengan niatan tulus serta ikhlas dalam beramal, maka kebahagiaan dan rasa tentram yang menyelimuti setiap langkah kita. Wallohu 'alam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keabdian Tiada Batas Sejuk Menginspirasi..