Pragmatis "antara masalah, atau tantangan jama'ah
Pesan sahabat, "bahagia itu bila
kita selalu senang memberikan yang terbaik dengan tulus ikhlas tanpa
berharap pamrih sehalus apapun juga dari makhluk".
![]() |
| Add caption |
Dalam menghadapi sekelumit masalah
dalam jama'ah seringkali mungkin kita tak sadar dengan apa yang
dinamakan "pamrih". Kalau bahasa kerennya nih, "pragmatis". Yah,
mencari keuntungan semata dibalik berkorbannya kita terhadap sesuatu.
Tetapi bedanya, pragmatis itu lebih kepada seseorang mencari keuntungan
dengan niat diawal dia melakukan sesuatu untuk tujuannya yang bersifat
materi dan melihat kesempatan dan menentukan kesepakatan diawal. Namun,
kalau pamrih lebih kepada belum lurusnya niat untuk melakukan sesuat,
masih ada harapan dibalik apa yang dikerjakannya bisa materi atau
pengakuan dirinya terhadap jama'ah atau orang-orang sekelilingnya.
Mungkin
ini yang dinamakan rusaknya NIAT karena belum tersadarkannya keikhlasan
dalam diri pribadi seseorang. Memahami kesucian hati memang
pembelajaran kehidupan yang setiap saat harus dimaknai, terlebih
menjaganya dengan tidak menggoreskan niatan-niatan baik yang kan siap
diwujudkan. Niat yang baik, harus kita jaga sampai akhirnya kerena niat
itu ada diawal, tengah, dan akhir. Oleh sebab itu, menjaga niat sama
halnya seperti menjaga kesuciat hati dan jiwa karena akan berdampak
kepada apa yang kita persepsikan dan amalkan.
Dan
ketika hati bisa berjalan dengan niatan tulus serta ikhlas dalam
beramal, maka kebahagiaan dan rasa tentram yang menyelimuti setiap
langkah kita. Wallohu 'alam.

Komentar
Posting Komentar